iden
Get Adobe Flash player

Narkoba
Typography

DELIKPOS.ID • TANJUNGPINANG - Wajah institusi Kementerian Hukum dan HAM kembali tercoreng atas keterlibatan sejumlah oknum organiknya dalam jaringan sindikat narkoba di Lapas Klas II Tanjungpinang, Km 18 Bintan, Kepulauan Riau. Oknum berinisial Ek telah diajukan untuk proses pemecatan kepada Kementerian Hukum dan HAM setelah dinyatakan terbukti secara analisis.

Gelar upacara (pemecatan-red) oknum sipir Ek dijadwalkan bertepatan apel siaga Lapas Klas II Tanjungpinang Km 18 Bintan, Senin (22/6/2015) lusa.

"Apel siaga akan dipimpin oleh Dirjen Lapas dari Pusat dan dilaksanakan Senin lusa di Lapas Klas II Tanjungpinang," jelas Humas Kanwil Hukum dan HAM, Rinto kepada wartawan melalui batamtoday, Sabtu (20/6/2015).

Pelepasan uniform (seragam) dan atribut yang dikenakan Jhontra resmi dilepaskan oleh Plt Dirjen Lapas Kementerian Hukum dan HAM, Ma'amun, Senin (22/6/2015). (charles hutagalung).Sebelumnya, Kepala Kanwil Hukum dan HAM Provinsi Kepri, Dahlan Pasaribu mengatakan, akan menindak tegas sipir Lapas dan Rutan serta pegawai Kanwil Hukum dan HAM yang terlibat peredaran maupun pengguna narkoba. Tindakan tegas indisipliner beresiko pemecatan akan diterapkan Kementerian Hukum dan HAM.

"Diselaraskan perintah Kementerian Hukum dan HAM, kita akan tindak jika terbukti terlibat sebagai pemasok dan pengedar narkoba di dalam Lapas," tegas Dahlan usai menghadiri Paripurna DPRD Kepri, Jumat (19/6/2015).

Menurut dia, proses hukum dua anggota sipir Lapas yang sebelumnya ditangkap BNN dan saat ini pula ditangkap Satnarkoba Polres Bintan, perkara pidananya akan dilimpahkan secara yuridis kepada penyidik BNN dan Polisi.

"Interaksi internal akan kita lakukan pada tahapan pendalaman pemeriksaan selanjutnya berkas perkara dilimpahkan kepada penyidik Polisi dan BNN," kata dia.

Editor • Tanjung

Apresiasikan Berita

Komentar

:
Google-adsense-logo-125.png

BULETIN POPULER