iden
Get Adobe Flash player

Jatanras
Typography
DELIK POS • BATAM - Pengroyokan yang dilakukan Satpol PP terhadap oknum anggota Polda Kepri berinisial Al tak hanya menyeret 15 anggota Satpol PP ke ranah hukum. Al sendiri menjalani pemeriksaan di Polda Kepri terkait keputusannya mengeluarkan senjata api (senpi) dan melepaskan tembakan ke udara.

Rosiana, ibu Al mengaku anaknya tersebut sudah mengambil langkah dengan benar dengan melepaskan tembakan. Hal itu dilakukan untuk membubarkan anggota Satpol PP yang melakukan penggusuran secara mendadak.

"Anak saya sama sekali tidak salah. Mereka (Satpol PP) langsung menyerang kami juga. Kalau dilaporkan silahkan, kita akan jalani proses hukumnya," kata Rosiana di Mapolresta Barelang, kemarin (2/10) siang.

Menurutnya, penggusuran terhadap lima bangunan miliknya tersebut dilakukan dengan pemberian surat peringatan (SP) mendadak. Surat itu didatangkan dalam waktu bersamaan sebanyak tiga kali.

"Suratnya langsung datang sekali tiga. Bahkan langsung digusur," tuturnya

Selain itu, penggusuran dinilai dilakukan tak adil. Padahal, di wilayah tersebut terdapat beberapa bangunan liar dan petugas Satpol P sama sekali tak melakukan penindakan.

"Kalau mau menggusur jangan saya aja. Semuanya harus digusur," tegasnya dengan nada tinggi.

Ia menjelaskan saat penggusuran itu terjadi ia bersama Al tengah berada di lokasi bangunan untuk melakukan sosialisasi perdamaian dengan pemilik lahan. Bahkan, ia menduga penggusuran itu ada unsur kerjasama antara pemilik lahan dengan Satpol PP.  BP.JPNN

Apresiasikan Berita

Komentar

:
Google-adsense-logo-125.png

BULETIN POPULER