iden
Get Adobe Flash player

Jatanras
Typography
DELIK POS • BATAM - Kawasan Perbukitan Dam Baloi Kolam yang berada tak jauh dari Simpang Jam, Batam, Selasa (20/10) sekira pukul 15.00 WIB, mencekam. Dua alat berat yang ada di lokasi latihan Yonif 134 Raider itu, dibakar sekelompok orang tak dikenal. Polisi dan TNI masih mengejar pelaku pembakaran alat berat tersebut.

Menurut informasi di lokasi kejadian, aksi pembakaran dua alat berat yang sudah sejak beberapa waktu lalu berada di sana, berlangsung cepat. Selain memberangus alat berat, sekelompok pria yang melakukan aksi nekat itu juga menyerang operator kedua alat berat tersebut. Termasuk beberapa prajurit TNI yang sore itu memang sedang berjaga di Dam Baloi Kolam tersebut.

Merasa jiwa mereka terancam, kedua operator alat berat dan prajurit TNI tersebut memilih kabur meninggalkan lokasi. Mereka menyelamatkan diri lari ke arah jalan raya menuju Perumahan Kembang Sari, Orchid Park, seberang perbukitan Dam Baloi Kolam.      

Aksi pembakaran alat berat dan aksi pengejaran prajurit TNI langsung mengundang perhatian warga dan pengendara jalan yang sedang melintas.

"Bakar, bakar. Di sini dilarang melakukan kegiataan apapun. Bakar, bakar," kata seorang warga menirukan teriakan sekelompok pria yang beramai-ramai membakar dua alat berat.

Setelah berhasil menghanguskan alat berat, sekelompok pria yang membawa senjata tajam seperti parang, pedang dan panah, itu kemudian meninggalkan lokasi.

"Setelah membakar alat berat, orang-orang itu lalu pergi," ucap pria yang mengakui kejadian itu sempat membuatnya sangat takut.  

Sampai pukul 15.40 WIB, kedua alat berat yang terbakar itu apinya masih  menyala. Sudah hampir dipastikan kedua alat berat tersebut rusak parah.

Tak lama setelah sekelompok pria yang membakar alat berat itu kabur, puluhan polisi pun tiba. Sekitar 15 menit kemudian, 1 pleton pasukan TNI 134 bersenjatakan lengkap juga tiba di lokasi.

Personil Polisi dan TNI kemudian menyisir lokasi dan menemukan sejumlah parang serta alat pemanah.   

Kapolresta Barelang Kombes Pol Asep Safrudin terlihat di lokasi kejadian. Ia dikawal ketat sejumlah personel polisi bersenjata lengkap.

Asep menuturkan, polisi belum mengetahui secara pasti apa penyebab aksi pembakaran alat berat tersebut.

"Anggota kita turun ke TKP, kondisi kedua alat berat sudah terbakar. Dan di situ juga tidak ada siapapun. Kita akan dalami dan lakukan pemeriksaan saksi," katanya memberi penjelasan kepada wartawan.

"Kita akan selidiki dan periksa saksi-saksi dulu, untuk cari tau pasti apa penyebab kejadian ini," tambah Asep.

Sebelumnya, pada 1 September 2015 di lokasi tersebut juga terjadi keributan. Pemicunya, sejumlah pria menghancurkan bangunan rumah yang masih sedang dibangun. Tak terima, pemilik rumah dan warga di pemukiman balik menyerang sejumlah pria yang diduga suruhan pengusaha itu.    

Kabar yang beredar, kawasan perbukitan itu adalah lahan milik seorang pengusaha di Batam. Pemilik lahan tidak terima dari sekian lama bergulir, rumah-rumah liar tumbuh menjamur di sana. Pemilik lahan pernah melibatkan Ditpam BP Batam, Satpol PP Pemko Batam dan polisi untuk menggusur pemilik rumah liar. Upaya itu tak kunjung membuahkan hasil, karena pemilik rumah liar tidak mau pindah dari sana. HK

Apresiasikan Berita

Komentar

:
Google-adsense-logo-125.png

BULETIN POPULER