iden

Jatanras
Typography
DELIK POS • KARIMUN - Tim Penyidik lanal Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau telah menetapkan pidana ke empat tersangka yang diduga keras telah melakukan tindak pidana pemerasan terhadap kapal Tug Boat TB. Bukit Prima 1 berdasarkan bukti yang cukup untuk ditindaklanjuti.

Gugus keamanan laut Komando Armada Barat KRI Kujang-642 berhasil menangkap empat pelaku di lintas perairan Tanjung Dato perbatasan Desa Bekawan Kecamatan Mandah Kabupaten Tembilahan Indragiri Hilir, Riau, Selasa (20/10/2015) pagi sekira pukul 09.30 WIB beberapa waktu lalu.

Komandan Pangkalan TNI AL Tanjung Balai Karimun, Letkol Laut (P) Hariyo Poernomo SE MM melalui Tim Perwira Penyidik Lanal TBK Letda Laut (KH) R. Willy Wardhana, SH, mengatakan Pelaku yang berjumlah empat orang tersebut, berinisial Da (33), Sa (17), Mu (19) dan Ai (18) ditangkap ketika beraksi memindahkan delapan dirigen bahan bakar jenis solar ke boat pancung, "Dua boat pancung yang berhasil melarikan diri, masih dalam pengejaran. Hingga saat ini tim yang telah ditugaskan untuk melakukan upaya pengembangan penyeledikan, memburu tersangka yang lolos," kata Willy ketika ditemui di staf 1 intel Lanal TBK, Senin (26/10/2015).

Willy menjelaskan, penangkapan ini bermula ketika KRI Kujang-642 sedang melakukan patroli rutin dikoordinat perairan Tanjung Dato, melihat aktivitas mencurigakan saat kapal Tug Boat TB Bukit Prima 1 sedang diapit 3 boat pancung di sisi lambung kapal.

"Pelaku yang menggunakan tiga boat pancung, dua diantaranya lolos melarikan diri dan masih dalam pengejaran. Kami masih dalami kasus ini, apakah mereka ini jaringan komplotan yang diduga kerap melakukan aksi pemaksaan terhadap kapal Tug Boat yang melintas dengan modus operandi barter ikan, udang dan kerang dengan BBM jenis solar," ungkap Willy.

Tim Penyidik Lanal TBK, Letda Laut (P) Dwi Santoso telah menyerahkan Surat Perintah Penahanan kepada empat tersangka yang ditahan di sel Den Pomal TBK, Nomor Sprin/120/X/2015/ Kamla, Kamis (29/10/2015). Dasar Pidana Pasal 20 dan Pasal 21 (4) huruf a UU No.8 tahun 1981 KUHP, tertangkap tangan pada waktu sedang melakukan tindak pidana dengan ancaman penahanan terhadap tersangka yang melakukan tersebut, pidana penjara lima tahun atau lebih.

Apresiasikan Berita

Komentar

:
Google-adsense-logo-125.png

BULETIN POPULER