iden
Get Adobe Flash player

Korupsi
Typography

DELIKPOS.ID • MEDAN - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Toba Samosir (Tobasa), Liberty Pasaribu, SH, MSi resmi jadi tersangka dugaan korupsi DAK (Dana Alokasi Khusus) tahun 2006 sebesar Rp.3 miliar. Namun, ketika dipanggil sebagai tersangka untuk diperiksa, calon incumbent Bupati periode 2015-2020 itu, tidak hadir.

"Tersangka, Plt Bupati Tobasa Liberty Pasaribu dipanggil pada 15 Juni 2015 lalu berdasarkan surat panggilan No.S.Pgl/650/VI/2015/Ditrteskrimsus. Namun dia tidak hadir dengan alasan sedang sibuk tugas dan tidak menyebut kapan kesediaanya hadir. Karena sampai sekarang tidak datang, maka kita akan menjadwalkan panggilan kedua," kata Dirreskrimsus Poldasu Kombes Pol Ahmad Haydar kepada wartawan, Rabu (24/6).

Menurut Ahmad Haydar, dugaan korupsi DAU/DAK TA 2006 sebesar Rp.3 miliar itu terjadi ketika Liberty Pasaribu menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kab Tobasa dengan Bupati Monang Sitorus yang divonis 1 tahun penjara.

Liberty Pasaribu dalam kasus ini, sambung Haydar, kini menjabat sebagai Plt Bupati Tobasa menggantikan Pandapotan Kasmin Simanjuntak yang tersangkut korupsi Rp.3,5 miliar dalam pengadaan lahan base camp/akses road PLTA Asahan III di Dusun Batumamak, Pintu Pohan Meranti, dipersangkakan secara bersama-sama dan berlanjut melakukan tindak pidana korupsi dengan cara melakukan pengeluaran uang dari rekening kas daerah Pemkab Tobasa TA 2006 untuk tujuan yang tidak diperkenankan dan telah mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp.3 miliar, sebagaimana dimaksud dalam pasal. 55 ayat (1) ke 1e jo pasal 64 ayat (1) KUHPidana jo pasal 2 ayat (1) subs pasal 3 UU No.31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No.20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No.31 tahun 1999 tentang Tipikor.

Dirreskrimsus Poldasu itu menambahkan, ketika penyidikan kasus pada 2006, Liberty Pasaribu hanya dinyatakan sebagai saksi dan yang ditetapkan sebagai tersangka yakni Monang Sitorus (Bupati), Arnol Simanjuntak (Kabag Keuangan), Benfrit Hutapea dan Bendahara Sekretariat Jansen Batubara.

Akan tetapi menurut dia, 9 tahun bergulir, Poldasu telah menemukan bukti baru (novum) atas dugaan keterlibatan Liberty Pasaribu. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dilanjutkan penyitaan barang bukti, maka dinyatakanlah Plt Bupati Tobasa Liberty Pasaribu resmi sebagai tersangka.

"Dengan ditemukannya bukti baru (novum), penyidik segera menindaklanjuti penyidikan," kata dia.

Sebelumnya kata Ahmad Haydar, Monang Sitorus telah mencairkan dana DAK-DAU dari khas daerah sebesar Rp.3 miliar melalui Sekda Liberty Pasaribu. Selanjutnya Sekda berhubungan dengan Kabag Keuangan Arnold Simanjuntak dan Bendahara Sekretariat, lantas pencairan dana tersebut tanpa persetujui DPRD Tobasa dan dana khas itu dipergunakan Monang untuk bisnisnya.

"Pencairan dana khas daerah tersebut direalisasikan pada 24 Januari 2006 sebesar Rp 1,5 miliar dan berlanjut pada 22 Februari 2006 dikucurkan kembali sebesar Rp 1,5 miliar, kemudian ditukarkan dalam bentuk cek perjalanan BRI. Kemudian, uang itu diberikan kepada Daryo (penjaga rumah Monang Sitorus) di Jakarta untuk ditransfer ke rekening Daryo di Bank BRI Jakarta Selatan," ulasnya.

Perintah yang digelontorkan Monang Sitorus kepada Daryo, agar segera mentransfer dana tersebut ke beberapa rekening yang ditentukan, di antaranya PT Parsito Darmajaya Konsultan, dan ke beberapa rekening lainnya yang masih ada hubungan kekeluargaan dengan Monang Sitorus.

Temuan baru (novum), yang dipastikan melibatkan Liberty Pasaribu dalam muara korupsi itu, telah menuai berbagai aksi unjukrasa dari Forum Masyarakat Peduli Keadilan Sumatera Utara (FMPK-SU), Rabu (20/5) siang di Mapoldasu untuk mendesak polisi segera menuntaskan dan menangkap Plt Bupati Toba Samosir (Tobasa), Liberty Pasaribu. PK

Apresiasikan Berita

Komentar

:
Google-adsense-logo-125.png

BULETIN POPULER