iden

Regional
Typography

Kepala Bagian Humas Setkab Karimun, Muhammad Yosli. (foto: dok) 

DELIK POS ● KARIMUN - Pemerintah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, mengusulkan sembilan pulau yang lima di antaranya tidak berpenghuni, dijadikan kawasan ekonomi khusus (KEK).

Kepala Bagian Humas Setkab Karimun Muhammad Yosli di Tanjung Balai Karimun, Kamis mengatakan, sembilan pulau yang diusulkan jadi KEK adalah Pulau Kundur khususnya di Selat Beliah, Pulau Asam, Pulau Mudu, Pulau Durian Kecil, Pulau Tambelas, Pulau Parit, Pulau Tulang, Pulau Lumut dan Pulau Papan.

"Dari sembilan pulau itu, lima di antaranya tidak berpenghuni namun pemilik lahannya sudah ada, yaitu Pulau Durian Kecil, Pulau Asam, Pulau Mudu, Pulau Lumut dan Pulau Durian Kecil," kata dia.

Menurut Muhammad Yosli seperti dipaparkan Antara, usulan agar sembilan pulau dijadikan sebagai KEK telah ditindaklanjuti oleh Gubernur Kepri Nurdin Basirun untuk disampaikan kepada pemerintah pusat.

Dia mengatakan, tim dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian juga sudah turun untuk meninjau dan melakukan survei terkait kemungkinan atau kelayakan sembilan pulau tersebut menjadi KEK.

"Jadi, kita tinggal menunggu keputusan dari Kemenko Perekonomian apakah usulan tersebut disetujui atau tidak," katanya.

Status KEK, menurut dia, berbeda dengan kawasan perdagangan bebas atau "free trade zone" (FTZ) yang berlaku di sebagian wilayah Pulau Karimun Besar.

Di FTZ, kata dia, ada campur tangan pemerintah pusat, misalnya untuk pembangunan infrastruktur, dan pembiayaan operasional pegawai BP Kawasan Karimun yang bersumber dari APBN.

"Sedangkan KEK sembilan pulau itu, nanti menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dalam hal pembangunan infrastruktur. Status KEK mirip dengan kawasan berikat," katanya.

Bupati Karimun Aunur Rafiq dalam satu kesempatan mengatakan, usulan KEK untuk sembilan pulau tersebut bertujuan untuk mengembangkan investasi mengingat lahan investasi di kawasan FTZ sangat terbatas.

"Status KEK pada masing-masing wilayah atau pulau disesuaikan dengan potensi yang dimiliki, sehingga investor yang diharapkan menanamkan modalnya juga mengacu pada potensi tersebut," katanya.

Aunur Rafiq juga mengatakan, pengembangan investasi pada KEK nanti mengacu pada visi dan misi pembangunan, yaitu pengembangan investasi bidang kemaritiman.

Apresiasikan Berita

Komentar

:
Google-adsense-logo-125.png

BULETIN POPULER