iden

Regional
Typography

Ketua DPRD Karimun, Asyura 'walk out' dari sidang paripurna, Senin (1/2/2016). (delikpos.id/Tanjung)

DELIK POS • KARIMUN Polemik berkepanjangan di antara para senator berlanjut dengan pencemaran nama baik hingga berujung keluarnya Ketua DPRD Karimun, Asyura dari sidang terhormat paripurna, ketika afirmasi hasil Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Karimun akan dimulai.

"Saya mandatkan pimpinan sidang kepada Wakil Ketua I (Azmi) dan Wakil Ketua II (Bakti Lubis) untuk melanjutkan sidang. Maaf, saya ada keperluan yang harus diselesaikan," kata Asyura disaat tegak berdiri dari kursi parlemennya meninggalkan ruang sidang.

Muara krisis tersebut berawal dari ungkapan sebanyak 21 orang dari 30 orang Anggota DPRD, melalui surat mosi tidak percaya yang dilayangkan kepada Ketua DPRD Karimun. Persoalan mendasar diantaranya dipicu oleh Asyura yang enggan menandatangani APBD Karimun Tahun Anggaran 2016 setelah dievaluasi oleh Gubernur beberapa waktu lalu.

Menurut Asyura perihal mosi tidak percaya itu akan segera diserahkan dan ditindaklanjuti oleh Badan Kehormatan.

Namun tanpa diduga, salah satu oknum senator melakukan perusakan papan nama Asyura di pintu masuk ruang kerja dan diganti dengan papan nama yang bertuliskan 'beruk'.

Beriring peristiwa tersebut, berlanjut pelaporan Asyura ke Polres Karimun dan sebagai terlapor adalah oknum anggotanya sendiri, atas tuduhan pengrusakan dan pencemaran nama baik, Jumat (29/1).

Sebagai tindaklanjut pemberitaan kepada wartawan, diluar sidang paripurna Asyura menjelaskan ia memilih mundur dari sidang dengan pertimbangan nama baik partainya (Partai Golkar), Senin (1/2).

"Keputusan ini saya tempuh demi nama baik partai dan Kita lihat nanti, biarlah BK (badan kehormatan) yang akan memeriksa dan menilai. Yang penting saudara Aunur Rafiq dan Anwar Hasyim hari ini ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih," tegasnya.

Apresiasikan Berita

Komentar

:
Google-adsense-logo-125.png

BULETIN POPULER