iden

  Wakil Presiden FIFA, Jeffrey Webb

DELIK SPORT • ZURICH - Dipastikan enam pejabat FIFA yang menduduki posisi penting ditangkap Kepolisian Federal Amerika Serikat (FBI) dan Kejaksaan Swiss terkait dugaan korupsi, penyalahgunaan wewenang, kecurangan dan penyuapan hingga pelanggaran pemasaran dan hak siar pertandingan.

Penangkapan tersebut terjadi setelah beberapa jam Prince Ali Bin Al Hussein mengungkapkan praktik gelap yang terjadi jelang pemilihan Presiden FIFA, Jumat (29/5/2015).

Menurut Prince Ali, seseorang menawarkan padanya 47 suara demi memenangi pemilihan presiden dan berikut data-data terkait aliran keuangan Sepp Blatter salah satu kandidat terkuat calon Presiden FIFA.

"Kami bermaksud tidak menyebarkan isu atau mengacaukan konsentrasi investigasi, namun tindakan tersebut sangatlah tepat", tegas tim kampanye Prince Ali dalam pernyataan resminya.

Sementara tim Prince Ali menindaklanjuti kasus tersebut ke biro penyelidikan (Quest) di Inggris dan meneruskan ke penyelidikan kepolisian. Prince Ali diyakini penantang tunggal Sepp Blatter pada pemilihan presiden FIFA setelah bergulirnya Ketua Asosiasi Sepakbola Belanda, Michael van Praag dan Luis Figo.

Wakil presiden FIFA, Jeffrey Webb dan Eugenio Figueredo mantan anggota komite eksekutif, Jack Warner dan presiden federasi Kosta Rika, Eduardo Li merupakan empat dari enam pejabat FIFA yang digarap.

Federasi Hukum Swiss dalam pernyataan resminya, penangkapan dilakukan terkait praktik korupsi Piala Dunia 2018 dan 2022, yang akan digelar di Rusia dan Qatar.

Jaksa Agung Swiss (OAG) menggelar penyidikan pidana terhadap terduga yang dicurigai melakukan tindakan kriminal dan pencucian uang. Proses pengembangan penyidikan menemukan dan menyita data elektronik dan dokumen di markas pusat FIFA, Zurich.

Departemen Kehakiman AS juga mengeluarkan pernyataan adanya muara praktik korupsi yang diduga berlangsung sejak era 1990-an.

“Dua generasi pejabat organisasi sepakbola tertinggi diduga terlibat skandal korupsi ratusan juta dollar dan penyuapan", ungkap Jaksa Agung Loretta Lynch.

Charles Blazer, mantan sekretaris jenderal CONCACAF zona Amerika Utara Tengah beserta lima pejabat FIFA, mengaku bersalah atas tuduhan itu.

Apresiasikan Berita

Komentar

:

Google-adsense-logo-125.png

POPULAR SPORT

Google-adsense-logo-125.png
">